Wednesday, August 6, 2014

Makalah Pendidikan Jasmani (Penjaskes)







Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan





Guru pembimbing:

Okviansyah aulia R, S.Or



Disusun Oleh:

1.    Shely Syafitri Miftahul.J (13)

2.    Tutut Tri Wulandari (14)

3.    Yuniarti Indah Fauziah (15)

4.    Yuyun Rismayanti (16)

5.    Zuni Indah Sari(17)





Kelas: XI Busana Butik

SMK Negeri 1 Kalitengah

Jl. Mahkota no. 280 dibee kalitengah lamongan

Tp.2013/2014




Kata Pengantar



Puji syukur kami haturkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN. Makalah ini kami susun sebagai salah satu tugas akhir kelas XI semester genap.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari kata sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasa, ataupun penulisannya. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari guru mata pelajaran guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi kami untuk lebih baik di masa yang akan datang.

Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Yth:

1. Andri Kusdarmanto,S.Pd selaku kepala sekolah

2. Bapak okta selaku guru mata pelajaran (penjas)

3. Orang tua kami yang telah membantu kami baik dari segi fisik mau pun dari segi non fisik

4. Rekan-rekan satu kelompok yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini



Kalitengah, 13 april 2014




Daftar Isi



Kata Pengantar 1

Daftar Isi ......................................................................................................................  2


I. PENDAHULUAN.. 3

A. Latar Belakang. 3

B. Rumusan Masalah. 4

C. Tujuan. 4


BAB 17 RENANG.. 5

A.   SEJARAH OLAHRAGA RENANG.. 5

B.   MANFAAT BERENANG.. 7

C.   GAYA RENANG.. 8

D.   LOMBA RENANG GAYA DADA.. 11

E.   PERTOLONGAN KECELAKAAN DI AIR.. 12


 BAB 18 AKTIVITAS LUAR KELAS.. 15

A.   AKTIVITAS PENJELAJAHAN.. 15


BAB 19 POLA HIDUP SEHAT. 20

A.   PERKEMBANGAN JASMANI 20

B.   FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH   21

C.   CIRI-CIRI ANAK SEHAT DAN TANDA-TANDA GANGGUAN KESEHATAN   23

D.   PEMANFAATAN WAKTU LUANG UNTUK KESEHATAN.. 25

E.   POLA HIDUP SEHAT. 26


III.PENUTUP.. 30

A.   KESIMPULAN.. 30

B.   SARAN.. 30






















A.Latar Belakang

­            Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila

Pendidikan jasmani dapat diartikan juga sebagai suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik, kognitif, dan afektif setiap siswa.

pendidikan jasmani memiliki tujuan yang berbeda dengan pelatihan jasmani seperti halnya dalam olahraga prestasi. Pendidikan jasmani diarahkan pada tujuan secara keseluruhan (multilateral)seperti halnya tujuan pendidikan secara umum.

Pendidikan jasmani merupakan bagian dari pendidikan secara umum. Ia merupakan salah satu dari subsistem-subsistem pendidikan. Pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai suatu proses pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan melalui gerakan fisik. Telah menjadi kenyataan umum bahwa pendidikan jasmani sebagai satu kenyataan umum bahwa pendidikan jasmani sebagai satu substansi pendidikan mempunyai peran yang berarti mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Sebagaimana diterapkan dalam Undang-Undang RI. Nomor II Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa tujuan pendidikan termasuk pendidikan jasmani di Indonesia adalah pengembangan manusia Indonesia seutuhnya ialah manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Selain itu, ilmu pendidikan jasmani juga mempunyaitujuan untuk kesehatan yaitu untuk peningkatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan. Untuk itu pendidikan jasmani sangatlah penting. Salah satunya adalah dengan olahraga renang. Renang termasuk olahraga yang menyanangkan. Banyak masyarakat yang menggemari olahraga renang.

Renang merupakan olahraga yang menyehatkan. Beberapa manfaat berenang adalah menyehatkan jantung, mengurangi resiko diabetes, memperbaiki kadar  kolesterol, memperbaiki gejala atau serangan asma, mengontrol berat badan, mengurangi gejala arthristis, mengurangi stres dan meningkatkan spirit.

Selain itu kita juga butuh refresing untuk menyegarkan pikiran. Salah satunya adalah dengan aktivitas di luar. Penjelajahan adalah aktivitas yang banyak digemari oleh masyarakat. Bukan hanya menyenangkan, kita juga mendapat ilmu tentang bagaimana keadaan disekitar yang belum kita ketahui.

Selain itu, kita juga harus menerapkan budaya hidup sehat. Walaupun kita sudah menerapkan aktivitas-aktivitas yang membuat tubuh kita sehat tetapi jika kita tidak mengerti atau memahami budaya hidup sehat itu kita tidak akan mengrti apa yang membuat kita sehat.

Untuk itulah pembuatan makalah ini guna untuk membahas masalah-masalah di atas. Agar kita mengerti atau lebih memahami tentang kesehatan tubuh kita. Selain itu juga adalah untuk memenuhi tugas akhir semester kami pada kelas XI ini.



B.Rumusan Masalah

1.    Bagaimana sejarah dari olahraga renang?

2.    Bagaimanakah pertolongan kecelakaan di air?

3.    Apa itu penjelajahan?

4.    Bagaimanakah cara kita mengetahui bahwa kita dalam keadaan sehat?

C. Tujuan

1.       Mengetahui teori dasar renang.

2.       Mengetahui tentang penjelajahan.

3.       Mengetahui tentang budaya hidup sehat.




BAB 17 RENANG



A.   SEJARAH OLAHRAGA RENANG

            Renang telah dikenal sejah zaman pra-sejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Di Jepang, renang adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai. Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 sebelum Masehi.



            Pertandingan renang yang memperebutkan gelar juara telah dimulai di Eropa sekitar tahun 1800 dan sebagian besar menggunakan gaya dada. Renang gaya bebas pertama kali dikenalkan oleh Arthur Trudgen. Gaya ini kemudian mulai dikombinasikan dengan gaya kaki yang menendang oleh Richard Cavill pada 1902. Di abad pertengahan, renang termasuk dalam tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang dengan membawa senjata.



            Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang dipertandingkan dari rencana semula enam nomor. Masing-masing adalah nomor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade kedua diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1900 dan mempertandingkan nomor 200 m, 1.000 m, 4.000 m, nomor bebas, 200 m gaya dada, dan 200 m nomor beregu.



            Persatuan Renang Internasional (Federation Internationale De Natation De Amateur/FINA) dibentuk tahun 1908 semula menetapkan, gaya kupu-kupu adalah variasi gaya dada. Gaya ini baru menjadi gaya terpisah di tahun 1952. Wanita baru diperkenankan ikut pertandingan renang pada Olimpiade 1912 di Stockholm, Belanda.



            Gaya bebas, yang kemudian disebut the trudgen, diperkenalkan pada tahun 1973 oleh John Arthur Trudgen, menirunya dari Orang Amerika asli. Renang menjadi bagian dari pertandingan Olympiade modern yang pertama tahun 1896 di Atena. Pada tahun 1902 the trudgen diperbaharui oleh Richard Cavill, menggunakan sentakan mengibas. Pada tahun 1908, asosiasi renang sedunia, Federasi Renang Amatir International (FINA/ Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk. Gaya kupu-kupu pertama kali merupakan variasi dari gaya dada, sampai akhirnya ia diterima sebagai gaya yang terpisah pada tahun 1952.



Era Olimpiade modern setelah tahun 1896



            Pertandingan Olimpiade dilangsungkan pada tahun 1896 di Athena. Kompetisi khusus kaum pria (lihat juga renang pada olimpiade musim panas 1896). Enam pertandingan telah direncanakan, namun hanya empat yang betul-betul diselenggarakan: 100 m, 500 m, dan 1200 m gaya bebas dan 100 m untuk pelaut. Medali emas pertama dimenangkan oleh Alfred Hajos dari Hungaria dengan catatan waktu 1:22.20 untuk 100 m gaya bebas.



            Hajos juga memenangkan pertandingan 1200 m, dan tidak mampu memenangkannya pada 500 m, dimana dimenangkan oleh Paul Neumann dari Australia. Kompetisi renang lainnya dari 100 m untuk para pelaut termasuk tiga pelaut Yunani di Teluk Zea dekat Piraeus, dimulai dengan perahu dayung. Pemenangnya adalah Ioannis Malokinis dengan catatan waktu dua menit dan 20 detik. Perlombaan 1500 m juga diadakan.



            Pada tahun 1897 Kapten Henry Sheffield membuat kaleng penyelamat atau silinder penyelamat, yang sekarang dikenal sebagai alat bantu penyelamat di Baywatch. Bagian ujungnya membuatnya meluncur lebih cepat dipermukaan air, meskipun itu dapat menyebabkan cidera. Pertandingan Olimpiade kedua dilaksanakan di Paris tahun 1900 menampilkan 200 m, 1000 m, dan 4000 m gaya bebas, 200 m gaya punggung, dan 200 m perlombaan beregu (lihat juga Renang pada Olimpiade musim panas tahun 1900).



            Ada dua tambahan pertandingan renang yang tidak biasa (meskipun cukup umum pada waktu itu), hambatan pelaksanaan renang di sungai Seine (berenang bersama arus), dan perlombaan renang didalam air. 4000 m gaya apa saja dimenangkan oleh John Arthur Jarvis dengan catatan waktu dibawah satu jam, perlombangan renang Olimpiade terpanjang yang pernah diadakan. Gaya punggung juga diperkenalkan pada pertandingan Olimpiade di Paris, demikian juga halnya dengan polo air. Klub Renang Osborne dari Manchester mengalahkan team klub dari Belgia, Perancis dan Jerman dengan sangat mudah.



            Gaya Trudgen dikembangkan oleh guru renang dan perenang Australia keturunan Inggris bernama Richard (Fred, Frederick) Cabill. Seperti Trudgen, dia memperhatikan penduduk asli dari kepulauan Solomon, menggunakan gaya bebas. Namun berbeda dengan Trudgen, dia melihat tendangan mengibas, dan mempelajarinya dengan seksama. Dia menggunakan sentakan mengibas yang baru ini dari pada gaya dada atau tendangan menggunting dari Trudgen.



            Dia menggunakan gerakan ini pada tahun 1902 di Kejuaraan Internasional di Inggris untuk menciptakan rekor dunia yang baru dengan berenang di luar gaya yang dilakukan oleh semua perenang Trudgen pada 100 yard dengan catatan waktu 0:58.4 (beberapa sumber mengatakan bahwa itu adalah anaknya dalam catatan waktu 0:58.8). dia mengajarkan gaya ini kepada keenam anaknya, masing-masing nantinya menjadi perenang kejuaraan.



            Teknik menjadi dikenal sebagai gaya bebas Australia hingga tahun 1950, ketika ia diperpendek menjadi gaya bebas saja, secara teknik dikenal sebagai front crawl. Olimpiade tahun 1904 di St. Louis meliputi perlombaan 50 yard, 100 yard, 220 yard, 440 yard, 880 yard dan satu mil gaya bebas, 100 yard gaya punggung dan 440 yard gaya dada, dan 4*50 yard gaya bebas beranting (lihat juga renang olimpiade musim panas tahun 1904).



            Perlombaan ini membedakan antara gaya dada dengan gaya bebas, sehingga sekarang ada dua gaya yang ditetapkan (gaya dada dan gaya punggung) dan gaya bebas, dimana sebagian besar orang berenang dengan gaya Trudgen. Perlombaan ini juga menggambarkan kompetisi untuk lompat jauh, dimana jarak tanpa berenang, setelah melompat kedalam kolam renang diukur.



            Pada tahun 1907 perenang Annette Kellerman dari Australia mengunjungi Amerika Serikat sebagai "penari balet dalam air", versi lain dari penyelarasan renang, menyelam kedalam tangki gelas. Dia ditangkap karena mempertontonkan hal yang tidak sopan, dimana baju renangnya menampakkan lengan, kaki dan leher.



            Kellerman merubah baju renangnya menjadi berlengan panjang, celana yang lebih panjang, serta kerah, namun tetap mempertahankan pakaian ketatnya yang menampakkan bentuk tubuh di bawahnya. Dia kemudian membintangi beberapa film, salah satunya tentang kehidupan pribadinya. Pada tahun 1908, asosiasi renang dunia Federasi Renang Amatir Internasional (FINA/Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk.



            Seiring dengan perkembangan olahraga renang, renang semakin popular. Penggemar renang semakin bertambah. Bahkan, seringkali anak-anak diajarkan renang pada usia sangat dini.





B.   MANFAAT BERENANG



Berenang mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Tak heran banyak masyarakat yang menggemari olahraga renang.

Berenang memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin, manfaat tersebut antara lain :

1.    Membentuk otot. Saat berenang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus "melawan" massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.

2.    Membantu mengencangkan otot-otot yang kendur. Gerakan renang yang benar akan membantu Anda mengencangkan otot-otot tubuh Anda yang kendur. Otot-otot di bagian lengan, payudara, perut, paha, dan betis, akan menjadi lebih kencang dan badan menjadi lebih liat.

3.    Melangsingkan tubuh. Wanita-wanita dengan kelebihan berat badan biasanya menggunakan renang sebagai salah satu terapi rutin untuk membantu membakar lemak, selain senam. Ini dapat berlaku sebaliknya, bagi wanita yang terlampau kurus, renang juga bisa menjadi terapi untuk menaikkan berat badan.

4.    Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru. Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki, dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya, berenang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air.

5.    Menambah tinggi badan. Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan tentunya).

6.    Melatih pernafasan. Sangat dianjurkan bagi orang yg terkena penyakit asma untuk berenang karena sistem crdiovaskular dan pernafasan dapat menjadi kuat. Penapasan kita menjadi lebih sehat, lancar, dan bisa pernafasan menjadi lebih panjang.

7.    Membakar kalori lebih banyak. Saat berenang, tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar 24% kalori tubuh.

8.    Self safety. Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut, dll).

9.    Merefreshkan pikiran dan menghilangkan stress. Anda mungkin lelah, capek, stress dengan semua pekerjaan Anda yang memforsir tenaga dan pikiran Anda. Nah, masuk ke dalam air akan membantu Anda merilekskan badan, merefreshkan pikiran Anda. Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah.

10.  Memperlancar aliran darah bagi ibu hamil. Bagi ibu hamil, kegiatan berenang dapat membantu memperlancar aliran darah ibu kepada janinnya dan membantu menguatkan otot-otot. Juga dapat membantu pernapasan. Jadi, ketika persalinan, akan lebih mudah bagi ibu hamil untuk mengatur pernafasannya.

11.  Manfaat psikologis tambahan, melatih pengaturan waktu, mengembangkan jiwa spotif, dan meningkatkan rasa kepercayaan diri.



C.   GAYA RENANG

     

Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebasdan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasionaltidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.



      1.Gaya bebas

      Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.

      Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.

     

      2.Gaya dada

Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan kataksedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.

Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.





Tips :

1. Ketika mulai belajar tangan berpegangan pada pinggir kolam, kemudian gerakkan kaki seperti di atas. Lakukan sampai lancar

2. Kemudian Anda bisa meminta seorang teman untuk memegangi tangan Anda, sehingga Anda bisa menyeberangi kolam dengan menggerakkan kaki dan tangan tetap dipegangi teman Anda. Untuk anak-anak, orang tua / pelatih renang bisa melakukan ini.

   Nb:Kaki seringkali tidak mengapung di permukaan air, melainkan terlalu ke bawah. Hal ini dikarenakan kepala tidak masuk ke dalam air.

3.Oleh karena itu saat berlatih kaki ini sekaligus dijadikan sebagai sarana untuk berlatih gerakan kepala untuk mengambil nafas nantinya. Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan kepala ke dalam air selama belajar gerakan kaki dan menaikkan kepala hanya bila mau mengambil nafas.

4.Setelah lancar, maka sekarang kita agak ke tengah kolam. Kemudian kita mengapungkan badan (seperti posisi meluncur) dan gerakkan kaki gaya dada seperti di atas sampai ke pinggir kolam. Lakukan sampai lancar.

5.Setelah itu sekarang mulai belajar menggerakkan tangan. Lakukan 2 atau 3 kali gerakan kaki, kemudian baru gerakkan tangan gaya dada seperti di atas. Begitu seterusnya, lakukan sampai lancar.

6.Setelah cukup lancar, maka mulailah belajar mengambil nafas. Ketika tangan bergerak ke samping, maka naikkan kepala sedikit ke atas permukaan air dan langsung ambil nafas. Lakukan sampai lancar

7.Kemudian berlatihlah lebih ke tengah dan berenang untuk mencapai pinggir kolam. Lakukan terus sampai bisa selebar kolam renang.

Setelah lancar, mulailah perbaiki gaya renang gaya dada Anda. Gerakan kaki dan tangan bergantian yaitu 1 kali gerakan kaki, 1 kali gerakan tangan dan ambil nafas. Gerakan tangan jangan terlalu lebar, melainkan agak ke bawah (hal ini akan memberikan dorongan yang lebih kuat sekaligus memudahkan pengambilan nafas).

     

      3. Gaya punggung

      Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.

      Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.

      Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gayakupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.

      Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas



      4.Gaya kupu-kupu

      Gaya kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dadamenghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.

Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.

Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.



D.   LOMBA RENANG GAYA DADA



1.    Start Renang Gaya Daya

Perlombaan renang dimulai dengan start. Sikap start untuk gaya dada, gaya bebas ban gaya kupu-kupu dilakukan dengan berdiri diatas balok start dengan badan dibungkukkan ke muka dan kedua lutut ditekuk. Adapun start untuk renang gaya punggung dilakukan di dalam air. Start untuk gaya bebas, gaya dada, gaya kupu-kupu hamper sama, perbedaannya merapat pada sudut masuknya dalam air.



Pada gaya bebas dan kupu-kupu, sudut masuknya ke air kira-kira 15 derajat, sedangkan untuk gaya dada, sudut masuknya lebih tajam, yakni sekitar 20 derajat. Ini memungkinkan perenang masuk ke dalam air lebih dalam, dan ada dalam posisi lebih baik untuk melakukan tarikan lengan dan kaki yang panjang sebelum muncul ke permukaan air.



Teknik gerakan start gaya dada adalah sebagai berikut.

(1)  Dengan sikap melakukan start, kedua ujung-ujung jari kaki dikaitkan pada bibir balok start, lakukan sikap membungkuk dengan kedua lengan lurus ke belakang, dan pandangan mata diarahkan lurus ke depan.

(2)  Bungkukkan tubuh mendekati air, dengan sikap lengan diayun ke belakang.

(3)  Ayunan lengan bergerak ke depan sehingga tubuh terdorong maju.

(4)  Dengan dorongan ayunan itu, tubuh condong ke permukaan air.

(5)  Sikap tubuh yang akan jatuh dibantu tumpuan telapak kaki, dan badan mulai lepas landas.



(6)  Sikap tubuh ketika masuk permukaan air.



2.    Pembalikan Renang Gaya Dada

Teknik pembalikan renang gaya dada adalah sebagai berikut.

(1)  Kedua lengan perenang menyentuh dinding, serentak dan sama tiggi.

(2)  Satu tangan lepas dari dinding, pantat dan kaki yang sudah ditekuk diputar.

(3)  Kedua tangan lepas dari dinding, dan kedua kaki menolak dengan kuat dari dinding.

(4)  Setelah mendorong, kepala ada diantara kedua lengan dan perenang tenggelam di dawah perrmukaan air.

(5)   Setelah tarikan tangan, mualai dengan lengan-lengan yang hampir lurus dan menarik langsung ke samping dalam suatu garis yang sjajar dengan permukaan air.

(6)  Lengan-lengan mulai menekuk ketika tangan agak menurun. Lengan dan siku hampir setinggi bahu.

(7)  Siku menekuk ketika kedua tangan saling mendekat. Kepala rendah dalam usaha agar badan tidak naik ke permukaan.

(8)  Kedua tangan hampir saling bersentuhanketika siku melebihi 90o setelah titik ini, kedua tangan akan mempercepat ke arah belakang dalam suatu gerakan serupa sabetan yang cepat ketika siku diluruskan.

(9)  Kedua siku hampir lurus sepenuhnya dan perenang siap untuk mendorong air langsung ke atas dengan telapak tangannya.





E.   PERTOLONGAN KECELAKAAN DI AIR



1.    Latar Belakang Penyelamatan di Air

Usaha seseoran menyelamatkan diri dari kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan di air sangat diperlukan. Oleh karena tanah air kita adalah Negara yang berbentuk kepulauan. Setiap orang memahami dn mempelajari bagai mana sebaiknya menghindarkan diri dari kecelakaan di air. Yang menjadi perrtanyaan adalah bagaimana mencari jalan keluar atau mencari langkah-langkah pertolongan.

a.            Bahaya di air

Olahraga renang merupakan aktivitas yang menyenangkan. Akan tetapi, kita harus sadar segala resikon yang mungkin terjadi terhadap bahaya di air. Bahaya itu justru timbul dari diri sendiri, antara lain: (1) Panik (gugup), (2) suit berrnapas, (3) kejang otot, dan (4) ombak.



b.            Usaha-usaha penyelmatan diri di air

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keselamatan di air antara lain:

(1)  Mempelajari kemampuan berenang dengan baik. Setidaknya mampu menyelamatkan diri sendiri saat terjadi di air.

(2)  Jangan berenang sendiri. Hendaklah berenang bersama orang lain yang memang mampu atau mempunyai keahlian memberikan pertolongan jika diperlukan.

(3)  Berenang di tempat atau daerah yang memang di perbolehkan menurut peraturan yang ada.

(4)  Berusaha sebaik-baiknya mematuhi praturan-peraturan yang berlaku di kolam renang/pantai

(5)   Berrusaha mempelajari cara-cara praktis memberikan pertolongan atau penyelamatan diri bila terjadi kecelakaan.

(6)  Memahami bagaimana cara memberikan pertolongan pernapasan bantuan (resusitasi).

(7)  Mengetahui kemampuan diri dan jangan sekali-sekali mencoba di luar batas kemampuan.

(8)  Selalu menghindar atau berada di luar air, apabila beberapa saat setelah makan, arus deras ataupun halilintar.

(9)  Selalu menjaga jarak dengan menara ataupun tenpat papan loncat indah saat berenang, agar dapat terrhinda dari kecelakaan.

(10)                Mematuhi intstuksi guru sebelum turut serta dalam kegiatan olahraga air dilakukan.

(11)                Berusaha meminta perrtolongan, jika sangat membutuhkan pertolongan.



2.    Petolongan Kecelakaan di Air

Sering kali kita menjadi bingung jika salah seorang teman ataupun keluarga terancam bahaya tenggelam. Gugup akan maki menjadi-jadi, bahkan berkembang menjadi panik karena tudak ada satupun yang sanggup member pertolongan dan umumnya berdslih tidak bisa berenang.

Cara memberikan perolongan kepada korban tenggelam anatara lain:

a.    Member pertolongan dengan jangkauan

Cara member pertolongan dengan jangkauan dari atas kolam dilakukan jika korban berada di dekat jangkauan. Cara memberikan pertolongan antara lain:

            Teknik-teknik dasar pertolongan

Untuk memberikan perrtolongan di air, dan cara masuk keperrmukaan air ada 4 macam. Hal ini banyak tergantung kepada posisi korban itu berada.

1)    Langkah-langkah memberrikan pertolongan

Langkah-langkah teknik masuk ke air dalam memberikan perrtolongan sebagai berikut.

a)    Meloncat dengan kaki dahulu (stride jump).

b)    Lari kemudian masuk ke air (run and plunge dive).

c)    Terjun dekat jangkauan jauh (long, shallow dive).

d)    Cara mendekati korban (approach stroking)

2)    Teknik-teknik memabawa korbankecelakaan di air

Teknik dasar membawa korban kecelakaan di air sbagai berikut.

a)    Melakukan renangan pertolongan dengan baik.

b)    Memegang lengan dari depan.

c)    Memegang lengan dari belakang.

d)    Memegang lengan korban dengan dua orang penolong.

      








BAB 18 AKTIVITAS LUAR KELAS



A.   AKTIVITAS PENJELAJAHAN



a.    Bentuk-bentuk penjelajahan

Penjelajahan adalah suatu perjalanan kaki yang diikuti dengan permainan atau petualangan. Bila perjalanan itu menempuh jarak yang lebih jauh lagi, mungkin ditambah dengan alat transportasi lain, seperti: sepeda, perahu atau menumpang kendaraan. Perjalanan ini disebut pengem-baraan. Bentuk-bentuk penjelajahan sebagai berikut:

1.    Penjelajahan masyarakat

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan perjalanan kaki sambil mengenal masyarakat di sepanjang perjalanan. Jarak perjalanan ditempuh 6-8 km untuk siswa usia 16-20 tahun dalam regu-regu kecil (8orang).

2.    Pengembaraan

Untuk usia 14-16 tahun dapat melakukan perjalanan pengembaraan menurut arah yang ditentukan sepanjang 10 km dari tempat memulai perjalanan. Perjalanan dilakukan sendiri atau berdua. Lama perjalanan 24 jam, termasuk menginap dalam tenda atau gubuk yang didirikan sendiri.

Untuk usia 17-20 tahun dapat melakukan penjelajahan pengembaraan yang ditempuh sehari semalam (36jam) sejauh 15 km. Perjalanan dilakukan sendiri atau berdua, dengan berjalan kaki atau perahu layar, atau perahu yang dikayuhkan sendiri atau dengan naik kuda, atau bersepeda, ke luar kota atau tempat tinggalnya, seperti: ke desa lain, ke hutan, ke pulau dan sebagainya.

3.    Penjelajahan Mempertahankan Hidup

Kegiatan ini dalam Bahasa Inggris disebut “survival hike”, yaitu suatu latihan yang sengaja dibuat berat, bertujuan memiliki daya tahan, kemampuan mental dan fisik, disiplin, percaya diri, sanggup menderita, kerja keras serta jasmani dan rohani “baja”.

Dalam angkatan bersenjata, terutama bagi prajurit anggota pasukan khusus/komando, diwajibkan menemouh survival hike, tanpa membawa bekal makana dan air minum, berjalan kaki jauh 150 km atau lebih dengan ransel dan senjata panjang, dan melewati medan yang sukar dan berat.



b.    Perlengkapan penjelajahan

Untuk suatu penjelajahan dibutuhkan perlengkapan yang memadai. Perlengkapan penjelajahan antaara lain: (1) sepatu gunung, (2) ransel, (3) pakaian, (4) tenda, (5) perlengkapan tidur, (6) perlengkapan makanan, dan (7) perlengkapan tambahan.



c.    Cara Melakukan Penjelajahan

Kegiatan penjelajahan dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu: persiapan, pembekalan/penjelajahan I dan penjelajahan II. Keseluruhan waktu pelaksanaan kegiatan penjelajahan yang telah di programkan oleh sekolah hendaknya dapat dilakukakan dalam satu hari penuh, dengan ketentuan tidak mengganggu jadwal pelajaran di sekolah dan tidak dilakukan pada hari libur keagamaan.



1.    Tahap Persiapan

Pada tahap ini dilakukan kegiatan yang terdiri atas pendaftaran ulang, pembekalan dan saresehan.

1.    Pendaftaran ulang

Pendaftaran ulang peserta bertujuan untuk meneliti kembali kesiapan peserta dan pembagian kelompok serta pembinanya.



a.    Petugas

(1)  Jumlah petugas yang menangani pendaftaran ulang peserta disesuaikan dengan banyaknya peserta, sehingga dapat diselesaikan secara singkat.

(2)  Petugas menyiapkan dan menentukan tempatpendaftaran ulang pesertapada lokaasi yang telah ditetapkan.

(3)  Petugas pendaftaran mencatat setiap regu dan anggotanya, guru Pembina, dan memberi nomor pendaftaran (termasuk nomor dada).

(4)  Petugas membagikan perlengkapan peserta pada saat pendaftaran.

b.    Tempat/lokasi

(1)  Tempat pendaftaran diupayakan mudah terlihat dan mudah dicapai oleh setiap peserta.

(2)  Tempat pendaftaran ulang, luasnya disesuaikan dengan jumlah peserta (tidak sempit).

c.    Alat/perlengkapan

(1)  Meja dan kursi, bangkunya disesuaikan dengan jumlah peserta.

(2)  Daftar nama peserta/regu.

(3)  Alat perlengkapanm perorangan yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung (termasuk alat tulis).

(4)  Megaphone

d.    Pelaksanaan

(1)  Petuas pendaftaran mencocokan dan mencatat setiap peserta/regu yang datang mendaftar.

(2)  Nomor peserta diberikan berdasarkan urutan pendaftaran setiap peserta/regu.

(3)  Petugas membagikan perlengkapan peserta sesuai dengan kebutuhan kegiatan.

(4)  Petugas memberikan penjelasan kepada setiap regu tentang hal-hal yang perlu diketahui oleh setiap peserta/regu maupun guru Pembina, berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan.



2.    Pembelakalan

        Kegiatan pembekalan dilakukan untuk memberi pengarahan kepada peserta tentang maksud dan tujuan kegiatan, tata tertib dan tata cara pelaksanaan, informasi tentang lokasi yang dilalui, dan tentang lokasi yang dituju.

        Pengarahn dilakukan oleh salah seorang petugas yang ditunjuk setelah semua peserta/regu mendaftar ulang pada tempat yang telah ditentukan.

a)    Peserta dikumpulkan pada tempat yang telah ditentukan.

b)    Petugas menyampaikan pengarahan mengenai:

1)    Maksud dan tujuan kegiatan

2)    Tata tertib peserta

3)    Tata cara pelaksanaan

4)    Informasi tentang lokasi yang dituju

5)    Informasi tentang penjelajahan

c)    Dalam menyampaikan setiap materi diharapkan petugas menysmpaikan secara sederhana dan mencakup tujuan, dengan memperhitungkan waktu yang tersedia.

d)    Di samping pengarahan umum, kepada guru pembina juga disampaikan pesan-pesan khusus selama mengikuti kegiatan.

e)    Kepada peserta juga diinformasikan bahwa pada akhir kegiatan ada pemilihan peserta/regu terbaik yang penilaiannya dilakukan selama pelaksanaan kegiatan. Hal ini dilakukan guna memotivasi para peserta untuk berbuat lebih baik dari peserta lainnya.



3.    Saresahan

Dalam kegiatan ini didiskusikan informasi yang baru mereka terima. Diskusi ini dipimpin oleh guru Pembina yang telah ditunjuk. Materi diskusi berkisar tentang pelaksanaan penjelajahan yang akan mereka lakukan. Kegiatan ini bermanfaat dalam membina siswa untuk mengemukakan pendapat dan sikap.



2.    Tahap Pemberangkatan



1)    Upacara pemberangkatan

Apabila jarak lokasi penjelajahan dekat dengan sekolah, pemberangkatan peserta dapat dilaksanakan dengan berjalan kaki, namun bila jaraknya berjauhan dapat menggunakan kendaraan. Sebelum pemberangkatan, hendaknya didahului dengan upacara guna disiplin bagi peserta.



2)    Tata cara pemberakatan

Para pejabat yang akan melepas penberangkatan telah nsiap di tempat yang telah ditentukan. Sebelum peserta diberangkatkan, terlebih dahulu kepada peserta diberikan rute yang akan ditempuh/disinggahi. Rute penjelajahan yang akan ditempuh/disinggahi, misalnya berangkat dari halaman sekolah menuju ke (Pos I), kemudian menuju ke (Pos II), selanjutnya ke (Pos III).



3)    Pelaksanaan pemberangkatan

a)    Setiap peserta kelompok diberangkatkan berdasarkan urutan, kemudian langsung berjalan/menuju masing-masing pos sesuai dengan pengaturan dari panitia.

b)    Sebelum pemberangkatan, petugas mengingatkan kembali hal-hal yang perlu dilakukan oleh setiap peserta.

c)    Petugas meneliti kembali jumlah peserta di dalam perjalanan.

d)    Sepanjang perjalanan (dari pemberangkatan ke Pos I,Pos II dan Pos III) semua peserta diharuskan mengamati apa yang terlihat disepanjang perjalanan.



3.    Tahap penjelajahan

Kegiatan penjelajahan merupakan akhir dari kegiatan menuju tempat yang dituju. Dalam kegiatan ini peserta akan mengalami suasana yang lain dari perjalanan sebelumnya. Kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki secara berkelompok, dari lokasi (Pos I) menuju (Pos II) dan terakhir sampai pada (Pos III). Penjelajahan dilakukan dengan melintasi/menelusuri desa (perkampungan) sambil mengamati pola kehidupan masyaarakat setempat, melintasi/menelusuri perkebunan/perbukitan sambil mengamati jenis flora dan fauna serta melintasi/menelusuri sungai, persawahan dan perbukitan.

Di antara lintasi penjelajahan ini terdapat dua Pos yang harus disinggai oleh peserta. Kegiatan ini dapat memberi makna penyegaran suasana, menimbulkan kesenangan dan kepuasan, penanaman rasa sosial dan cinta terhadap alam dan lingkungan.



4.    Peserta penjelajahan

1)    Terdiri atas beberapa orang sesuai dengan jumlah sekolah dan siswa.

2)    Tiap regu terdiri atas 10 orang siswa putra dan putri ditambah 1 orang guru Pembina.



5.    Perlengkapan penjelajahan

1)    Tongkat kayu/bamboo

2)    Tali pramuka

3)    Sarung tangan

4)    Pluit

5)    Topi

6)    Sepatu karet

7)    Alat-alat tulis

8)    Perlengkapan P3K

9)    Air minum

10)  Jas hujan

11)  senter







6.    Pelaksanaan penjelajahan

Pelaksanaan pemberangkatan penjelajahan dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut:

1)    Jumlah regu yang akan diberangkatkan sebanyak regu yang mengikuti.

2)    Jumlah regu terdiri atas 10 orang anggota dan 1 orang pemimpin regu (11 orang).

3)    Regu yang akan diberangkatkan disesuaikan dengan nomor urut pendaftaran.

4)    Pemberangkatan regu pertama dilakukan oleh petugas yang ditunjuk, sehingga sampai pada pemberangkatan regu yang terakhir.

5)    Interval waktu pemberangkatan antara regu satu dengan lainnya adalah 3 menit.

6)    Pemberangkatan setiap regu ditandai dengan pengangkatan bendera,

7)    Selama dalam perjalanan semua peserta diharuskan melewati lintasan (rute) yang telah ditentukan antara lain sebagai berikut:

a)    Melintasi/menelusuri desa (perkampungan) sambil mengamati pola kehidupan masyarakat setempat.

b)    Melintasi/menelusuri hutan, perkebunan, perbukitan sambil mengamati dan mencatat jenis-jenis flora dan fauna yang mereka jumpai selama dalam perjalanan.

c)    Melintasi/menelusuri sungai, parit dan persawahan.

d)    Semua peserta harus melewai/singgah di pos yang telah ditentukan (2 pos).

8)    Setelah tiba di lokasi yang dituju, semua peserta melapor pada tempat yang telah ditentukan.

9)    Semua peserta diberi kesempatan beristirahat selama ± 15 menit,sebelum melaksanakan kegiatan berikutnya.






BAB 19 POLA HIDUP SEHAT


Sejak lahir,jasmani seseorang terus tumbuh berkembang. Baik dalam bentuk dan ukuran badan,maupun daya kerjarnya. Perkembangan ini berjalan terus sampai menjadi dewasa, (sekitar umur 25 tahun). Akan tetapi, perkembangan jiwa seseorang,di antaranya perkembangan kecerdasan,tidak berhenti dalam umur 25 tahun, mungkin masih dapat berlangsung terus sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Pertumbuhan jasmani dan kecerdasan seseorang dipengaruhi beberapa faktor atau keadaan,sebagai berikut :



1.    Faktor keturunan

Bila orang tuanya besar, mungkin sekali anak-anaknya juga besar. Kalau orang tuanya tinggi,anaknya juga tinggi. Kalau orang tuanya pandai,anaknya juga cerdas. Walaupun menurut hukum keturunan (hukum genetika), tidka selau dapat demikian halnya.



2.    Faktor pembawaan

Perkembangan seseorang sudah ditentukan selama di dalam kandungan. Misalnya ada anak-anak yang lahir dengan kelainan-kelainan pada bagian tubuhnya, seperti busung kepala atau hydrocephalus, bibir sumbing, langit-langit yang terbelah, perkembangan jaringan otak yang tidak sempurna, dan macam-macam cacat jasmani lainnya.





3.    Faktor luar

Faktor luar ini penting sekali diperhatikan. Jika faktor keturunan dan pembawaan manusia tidak dapat berbuat banyak, pada hakekatnya dapat mengendalikan faktor luar yang sangat berpengaruh bagi perkembangan jasmaninya.

Faktor luar yang perlu mendapatkan perhatian adalah sebagai berikut :

a.    Keadaan Gizi

Kualitas gizi mausia sejak di dalam kandungan dan pada masa-masa pertumbuhan selanjutnya mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan jasmani dan kecerdasan. Para ahli berpendapat bahwa kekurangan protein atau zat putih telur pada waktu anak-anak dapat mengakibatkan pertumbuhan kecerdasan terhambat atau terganggu.



b.    Gangguan Kesehatan

Anak-anak yang sering sakit sudah tentu akan terganggu pula pertumbuhan badannya. Lebih-lebih penyakit yang menahun.



c.    Rangsangan

Dengan latihan-latihan jasmani atau berolahraga akan dirangsang untuk tumbuh menjadi ledih kuat dan sehat. Orang-orang yang kurang gerak jasmaninya akan menjadi lemah dan tidak tahan menghadapi serangan berbagai penyakit.






Pertumbuhan dan perkembangan mempengaruhi dan dipengaruhi (interaction) dengan keputusan-keputusan yang diambilnya setiap saat, sehingga merupakan suatu proses yang dinamis. Memang ada beberapa tahap (stadium) tertentu di dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, tetapi setiap orang yang tumbuh dan berkembang dipengaruhi oleh faktor-faktor keturunan,lingkungan dan pengalaman-pengalaman pribadi.



1.    Umur 6-14 Tahun



a.    Perkembangan jasmani

1)  Perkembangan jasmani relatif lambat dari pada perkembangan usia sebelumnya.

2)  Adanya pertumbuhan bola mata, sehingga ada kemungkinan terjadinya gangguan penglihatan pada masa ini.

3)  Kerangka tulang belakang serta ligament masih lemah, sehingga perlu dijaga sikap duduk dan berdiri yang baik.

4)  Masa purbetas yang terjadi pada akhir masa ditandai dengan adanya pertumbuhan badan yang sangat cepat.

5)  Telah tampak tanda-tanda permulaan masa odolesensia (masa remaja), pada anal laki-laki suara membesar, pada anak perempuan membesarnya buah dada serta haid pertama.

6)  Perkembangan jasmani sangat dipengaruhi lingkungan mental dan social.



b.    Perkembangan jiwa, emosi, social dan intelek

1)  Mulai belajar menghitung, membaca, menulis, mengendalikan konsepsi, simbolisasi dan komunikasi

2)  Dimulai suatu perkembangan “kepribadian sosial” dan mulai menyadari konsep-konsep hidup, (concience, moralitas dan norma kehidupan).

3)  Pada masa pubertas (12-14), energi meluap-luap, avonturisme dan hubungan dengan orang lain masih canggung.

4)  Nilai religi (agama), etik dan estitik belum mendalam.

c.    Kebutuhan (requirements)

               ii.      Jumlah makanan yang cukup serta mempunyai nilai gizi yang tinggi.

              iii.      Latihan-latihan jasmani dan istirahat yang cukup serta teratur.

             iv.      Tindakan-tindakan pencegahan penyakit.

              v.      Di dalam dan di luar lingkungan keluarga (sekolah, kepramukaan dan sebagainya), perlu diberi kesempatan untuk dapat mengembangkan kepribadiannya yang meliputi segi sosial dan moral.



d.    Faktor-faktor yang mempengaruhi

1)    Problem gizi yang antara lain disebabkan faktor emosional.

2)    Penyakit.

3)    Problem gizi antara lain malloclussion dan crowding.

4)    Kontak lingkungan lebih luas, sehingga dapat menimbulkan konflik-konflik, karena perubahan-perubahan yang dia alaminya.





d.    Masa Odolesensia (Masa Remaja)



a.    Perkembangan Jasmani

                i.      Fungsi organ-organ endoktrin telah mencapai kesempurnaan.

              ii.      Penambahan jaringan lemak di bawah kulit (subkutan) lebih banyak pada   wanita daripada anak laki-laki.

             iii.      Jaringan otot-otot pada anak laki-laki lebih berkembang daripada jaringan otot pada anak perempuan.

b.    Perkembangan jiwa, emosi, sosial dan intelek

1)  Faktor yang penting ialah perhatian terhadap seks, yang mempengaruhi hubungan dengan kawan dari jenis kelamin yang lain.

2)  Pemikiran sudah kritis, juga terhadap kewibawaan orang tuanya.

3)  Emosi belum mencapai suatu stabilitas tertentu dan perlu adanya simpati dan nasehat-nasehat.

4)  Mulai memisahkan diri dari orang tua dan mencari pergaulan dengan teman-teman sebayanya.

5)  Ada aktivitas dan eksperimental sosial.

6)  Melaui proses identifikasi dan imitasi, dibangkitkan dan di kembangkan cita-cita muluk dan aspirasi-aspirasi yang tinggi, dan perlu adanya “identification figure” yang baik.

c.    Kebutuhan (requirements)

1)    Diperlukan adanya pengertian dari orang tua dan keluarga tentang proses perkembangan dan sifat-sifat tertentu pada anak masa peralihan, yang sulit bagi kedua belah pihak, orang tua maupun anak.

2)    Perlu penanggapan secara perorangan, jangan disamaratakan semua anak, tanpa mengabaikan faktor-faktor di luar diri mereka.

3)    Perlu bantuan dalam meringankan setiap tekanan (stress) baik fisik maupun mental.

4)    Diberikan pendidikan tentang kesehatan dan seks yang di atur dan diselenggarakan secara bijaksana, termasuk pengetahuan biologis dari fungsi alat kelamin.

d.    Faktor-faktor yang mempengaruhi

1)    Kurang pengertian, pengetahuan serta perhatian tentang kesehatan, dapat menimbulkan bermacam-macam penyakit, cidera akibat kecelakaan, anemia, penyakit kulit, TBC, kekurangan gizi, obesitas, problem-problem psikologis, problem-problem seks dan lain-lain.

2)    Adaptasi sosial yang tidak berhasil menimbulkan bermacam-macam tingkah laku dan perbuatan yang tidak baik, konflik dan cara-cara kehidupan yang tidak harmonis dalam keluarga, yang lambat laun dapat menimbulkan gangguan mental dan lain-lain, neurosis dan psikosis, narkotika dan lain-lain.

3)    Kehidupan spiritual yang baru berkembang dapat berubah-ubah menurut situasi, kondisi dan waktu serta dapat menimbulakan penyelewengan dan tindakan ekstrim.

e.    Usaha-usaha yang perlu dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan

1)    Pendidikan kesehatan termasuk di dalamnya tentang perkawinan dan kehidupan keluarga

2)    Pemeliharaan kesehatan badan, termasuk pencegahan penyakit.

3)    Bimbingan dalam belajar dan aktivitas extra kurikuler.

4)    Pendidikan keterampilan (vocational training).

5)    Olahraga kesehatan.

6)    Pendidikan tentang bahaya-bahaya lingkungan.



C.   CIRI-CIRI ANAK SEHAT DAN TANDA-TANDA GANGGUAN KESEHATAN



1.    Ciri-ciri Anak Sehat

a)    Tumbuh dengan baik, dapat dilihat dari naiknya berat badan dan tinggi badan secara teratur, dan proposional.

b)    Tangkas, gesit dan gembira.

c)    Mata bersih dan bersinar.

d)    Nafsu makan baik, pencernaan baik, bibir dan lidah segar, pernafasan tidak berbau.

e)    Senang melakukan olahraga dan menikmati masa istirahat secara teratur.

f)     Kulit dan rambut bersih dan tidak kering.

g)    Tidak mempunyai perasaan tertekan dan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungannya.

h)    Perkembangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkatan umur dan kelamin.



2)    Tanda-tanda Gangguan Kesehatan





a.    Keadaan umum

1)    Kesan umum jelek

2)    Sikap tubuh yang buruk

3)    Lekas lelah

4)    Sangat gemuk/kurus

5)    Kurang bersemangat

6)    Kebiasaan makan yang kurang baik

7)    Kesulitan dalam membaca atau mendengar

8)    Tidak biasa melakukan kebiasaan-kebiasaan sehat

b.    Mata

1)    Sering mengedipkan/mengusap mata

2)    Mata berair, banyak kotoran

3)    Peradangan mata

4)    Mata juling

5)    Mata melihat terlalu dekat/jauh

c.    Telinga

1)    Berdengung-dengung

2)    Pekak (pendengaran kurang)

3)    Berair/nanah

4)    Sering merasakan sakit di telinga

5)    Bengkak bawah telinga (gondongan)

d.    Hidung dan mulut

1)    Ingus meleleh, berdarah

2)    Sukar bernafas dari hidung

3)    Sering pilek

4)    Kerongkongan sakit

5)    Tonsil membesar

6)    Tidur dengan mulut terbuka

7)    Mulut berbau

8)    Gigi berlubang

9)    Gusi berdarah

e.    Tingkah laku

1)    Gelisah

2)    Gerakan-gerakan tak terkendali

3)    Sering bertengkar, tidak kooperatif

4)    Gangguan berbicara

5)    Sering ke kamar kecil

6)    Mencuri (kleptomania)

f.     Sering tak masuk sekolah karena

1)    Sering masuk angin

2)    Sakit kepala

3)    Sakit gigi

4)    Malas bersekolah

g.    Tanda-tanda kurang gizi

1)    Timbangan berat badan terus menurun, atau dalam kunjung waktu tertentu tidak kunjung naik

2)    Mata cekung, lingkaran biru sekitar mata, kelopak/selaput mata pucat

3)    Roman muka yang tegang atau lemah

4)    Otot lembek, lekas lelah, pucat

5)    Sikap badan yang buruk

6)    Pemarah, sikap masa bodoh (apathis)










D.   PEMANFAATAN WAKTU LUANG UNTUK KESEHATAN



               



Ada bebrapa kegiatan yang bisa dilakukan selama waktu luang untuk kesehatan, diantaranya:







1.    Gerak Badan







"Men Sana in Copore Sana" artinya "pikiran yang sehat  terdapat dalam badan yang sehat". Salah satu cara untuk menunjang tercapainya pepatah tersebut adalah dengan berolahraga. Gerak badan yang tepat untuk seseorang dan teratur sangat berguna untuk kesegaran jasmani dan kesehatan tubuh.



            Untuk orang yang bekerja berat dengan pikiran, dan sedikit menggerakan tubuhnya akan mendapat gangguan penyakit tertentu. Seharusnya orang tersebut melakukan olahraga di waktu ssenggangnya.







            Akibat – akibat olahraga terhadap tubuh antara lain sebagai berikut :



a. Otot- otot tubuh baik dan serasi serta ada kelenturan yang baik.



b. Pertumbuhna dan perkembangan bagian – bagian badan yang harmonis.



c. Memperbaiki otot – otot usus sehingga geerakan paristaltik usus teratur denagn baik, serta menghilangkan sembelit.



d. Memperbaiki sisrkulasi darah.



e. Pernapasan dalam dan cepat sehingga paru jadi sehat dan dapat melakukan fungsinya dengan baik.



f. Pembakaran hidrat arang dan lemak denagn baik, sehingga nafsu makan baik dan pengeluaran kotoran sempurna.



g. Sebagia variasi serta rekreasi yang akikibatnya secara tidak langsung tercemin dalam air muka yang cerah dan banyak tersenyum.







2.    Rekreasi







            Rekreasi adalah menciptakan kembali sesuatu yang hilang. Banyak contoh macam olahraga yang bisa digunakan sebaggai rekreasi, misalanya : berburu, mamancing, berkemah.



Selain kegiatan olahraga banyak juga kegiatan bisa digunakan sebagai rekreasi, misalnya : darmawisata ketaman margasatwa, meseum, desa yang tentrm, dan istirahat digunung. Kegiatan ini untuk menyegarkan pikiran dan untuk menjernihkan perasaan yang kalut.







3.    Istirahat







            Istirahat adlah mengurangi aktivitas otot, meringankan ketegangan pikiran, dan menentramkan rohani, istirahat dapat dipenuhi dengan berbagai macam cara, misalnya mendengarkan radio, menonton telivisi, ngobrol sesame teman,tiduran, menonton pertandinagn/perlombaan, membaca buku bacaan, dan sebagainya.







Ada beberapa guna istirahat, di antaranya adalah :



a. Melepaskan lelah



b. Memberi kesempatan pada tubuh untuk membentuk kekuatan baru



c. Menambah kesegaran dan kekuatan



d. Memperpanjang umur sel – sel tubuh







            Waktu dan lamanya istirahat dalam waktu satu hari, dengan rincian sebagai berikut :







a. Diantaranya jam kerja atau belajar (pagi hari lebih kurang 10 menit istirahat 10-16 menit)



b. Siang hari waktu isuirahat 15 – 20 menit, sebelum makan siang dna sesudah makna 30 – 60 menit



c. Sore harisebelum makan 60 menit dan sesudah makan 60 menit



d. Malam hari sebelum tidur 60 menit







4.    Tidur







            Tidur adalah cara yang paling baik untuk mendapatkan istirahat. Tidur sebaiknya pada malam hari 6 ja. Gejala – gejala umum dari kurang tidur antara lain. Kelopak mata sayu, pucxat,muka suram dan juga pucat, badan lemah, kurangkegairahan bekerja, malas dan lain – lain.







            Apabilka sulit tidur ada beberapa usaha agar dapat tidur denagn baik:







a. Tidur dalam satu kamar yang tisdak terlalu sesakdenagn barang – barang dan tidak pula terlalu penuh



b. Keadaan didalam kamar seharusnya rapid an bersih



c. Perasaan yang tenang denagn berusaha menghilangkan gangguan pikiran dan tidak gelisah



d. Ventilasi yang baik



e. Kamar jangan terlalu panas







E.    POLA HIDUP SEHAT







1. Memelihara Kebersihan







-Kebersiahan Badan



Cara memberisihkan badan yang paling baik, dengan jalan mandi denagn memakai air dan sabun. Pilihlah sabun yang cocok dengan kulit, karena ada orang yang tidak cocok denagn salah satu jenis sabun. Sebaiknya mandi paling sedikit dua kali sehari, sesudah mandi badn harus dikeringkan denagn handuk. Rambut juga harus dibersihakan (keramas) dengan menggunkan shampoo.







      Usaha untuk mempunyai handuk sendiri – sendiri, karena jika memakai handuk denagn bergantian dengan orang lain akan memudahkan penularan penyakit – penyakit kulit :







1. Kebersihan Pakaian•







      Pakain yang kotor seharusnya dicuci sampai bersih, kemudiandijemur di tempat yang tidak banyak debu, dan setelah kering seharusnya disetrika untuk mematikan segala bibit penyakit.







Guna pakain diantaranya :



1) Untuk melindungi dari panas, dingin, dan terik matahari yang menyengat kulit



2) Untuk kesusilaan



3) Untuk keindahan dan perji/hiasan







Beberapa factor yang harus diperhatikan dalam memilih pakaina :







1) Bahannya harus sesuai dengan tempat dan keadaan setempat



2) Pakaian harus ringan dan tenunan jangan terlalu rapat



3) Warna putih atau terang dapat menolak panas, sedang warna hitam atau gelap dapat menyerap panas



4) Bahan pewarna pakaina jangan sampai yang dapat merusak kulit



5) Pakaian jangan terlalu sempit tetapi juga janagn terlalu longgar







2. Rumah Dan Lingkungannya•







      Agar rumah selalu bersih, di setiap rumah perlu disediakan tempat sampah. Tempat sampah dapat dibuat dari kotak kayu, karet bekas ban mobil, atau mobil ditoko dari bahan plastic. Selain itu perlu disediakan pula sapu, kain pel, dan lain-lain. Rumah yang sehat akan menimbulkan rasa nyaman pada penghuninya



Lingkungan yang bersih akan mendatangkan kenyamanan bagi penduduk yang bertempat tinggal. Namun lingkungan yang kotor merupakan sarang dan sumber berbagai penyakit. Untuk itu, kebersihan menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah antara lain:







1. Bersihkanlah dan sapulah rumah atau halaman diluar atau didalam setiap hari



2. Buanglah air limbah melalui saluran yang bnaik dan menaglir lancer



3. Bersihkan saluran sekitar agar tidakn menjadi sarang nyamuk



4. Tanamkan cara hidupsehat agar kita atau semua orang memiliki pikiran dan tingkah laku yang sehat



5. Libatkan semua anggota untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan dibentuk kelompok sesuai jadwal



6. Untuk mendorong siswa, setiap 3 bulan dapt dilombakan kebersiahn



7. Sediakan tempat sampah yang tertutup.







-Menciptakan pola hidup sehat







      Setiap oaring berupaya untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan. Usaha – usaha yang harus dilakukan antara lain :







-Memelihara kebersihan







a. Badan : mandi, gosok gigi cuci tanagn, keramas, dan sebainya



b. Pakaian : dicuci dan setrika



c. Rumah dan lingkungannya : disapu, buang sampah, kotoran dan air limbah pada tempatnya.







2.  Makanan Yang Sehat







      Bersih, bebas dari penykait, cukup kualitas dan kuanttas







3. Cara Hidup Yang Teratur







a. Makan, tidur, bekerja dan istirahat secara teratur



b. Rekreasi dan menikmati hiburan pada waktunya







4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Dan Kesehatan Jasmani







a. Vaksinasi untuk mendapatlkan kekebalan tubuh



b. Olahraga teratur







5. Menghindari Terjadinya Penyakit







a.   Menghindari kointak dengan sumber penularan penyakit



b. Menghindari pergaulan yang tidak baik



c. Selalu berbikir dan berbuat baik



d. Membiasakan diri untuk selalu mematuhi aturan kesehatan







6. Meningkatkan Taraf Kecerdasan Dan Rohaniah







a. Patuh pada ajaran agama dan cukup santapan rohani



b. Meningkataka pengetahua, baik denagn membaca buku ataupun denagn belajar disekolah







7. Melengkapi Rumah Dengan Fasilitas – Falitas Yang Memjamin Hidup Sehat







a. Adanya sumber air yang banyak



b. Adanya kakus yang sehat



c. Adanya tempat sampah dan tempat air limbah yang baik







8. Pemeriksaan Kesehatan







a.   Secara pariodik, walaupun merasa sehat



b.   Segera memeriksakan diri bila merakan sakit










III.PENUTUP



A.   KESIMPULAN



1.    Olahraga renang membawa manfaat banyak untuk kesehatan badan kita.



2.    Penjelajahan adalah salah satu aktivitas luar kelas bagi siswa yang menyenangkan.



3.    Telah mengetahui bagaimana kita bisa mengerti bahwa badan kita dalam keadaan sehat.



B.   SARAN



1.       Kita hurus memperhatikan cara atau teknik berenang dan hal-hal ysng bisa mengakibatkan kecelakaan di air.



2.       Sebaiknya kita mengerti hal-hal penting saat penjelajahan. 
3.       Hidup sehat sangatlah penting, untuk itu kita harus memperhatikan kesehatan badan kita dengan mengetahui budaya hidup sehat.




 

0 comments

Post a Comment

Mulailah berkomentar, untuk kemajuan blog idsmk bersama.

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten
- Dilarang meyisipkan link aktif, Link aktif otomatis akan terhapus dan kami anggap sebagai spam

Terimakasih